Karbon dioksida
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Karbon dioksida (
rumus kimia:
CO2) atau
zat asam arang adalah sejenis
senyawa kimia yang terdiri dari dua atom
oksigen yang terikat secara
kovalen dengan sebuah atom
karbon. Ia berbentuk
gas pada keadaan
temperatur dan tekanan standar dan hadir di
atmosfer bumi. Rata-rata konsentrasi karbon dioksida di atmosfer bumi kira-kira 387
ppm berdasarkan
volume [1] walaupun jumlah ini bisa bervariasi tergantung pada lokasi dan waktu. Karbon dioksida adalah
gas rumah kaca yang penting karena ia menyerap gelombang
inframerah dengan kuat.
Karbon dioksida dihasilkan oleh semua hewan, tumbuh-tumbuhan, fungi, dan mikroorganisme pada proses
respirasi dan digunakan oleh tumbuhan pada proses
fotosintesis. Oleh karena itu, karbon dioksida merupakan komponen penting dalam
siklus karbon. Karbon dioksida juga dihasilkan dari hasil samping pembakaran
bahan bakar fosil. Karbon dioksida
anorganik dikeluarkan dari
gunung berapi dan proses
geotermal lainnya seperti pada
mata air panas.
Karbon dioksida tidak mempunyai bentuk cair pada tekanan di bawah 5,1
atm namun langsung menjadi padat pada temperatur di bawah -78 °C. Dalam bentuk padat, karbon dioksida umumnya disebut sebagai
es kering.
CO
2 adalah
oksida asam. Larutan CO
2 mengubah warna
litmus dari biru menjadi merah muda.